“Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan.” (Imam Ali bin Abi Thalib) # Dana Darurat adalah PINJAMAN TUNAI TANPA BUNGA dan BEBAS BIAYA ADMINISTRASI, diperuntukkan bagi IBU RUMAH TANGGA, syarat dan ketentuan berlaku # Program Sembako Non Tunai adalah pembelian paket sembako secara non tunai, diperuntukkan bagi IBU RUMAH TANGGA, syarat dan ketentuan berlaku # Program Modal Usaha bertujuan untuk menunjang bisnis Anda, syarat dan ketentuan berlaku # 7 bidang Kepedulian Yayasan Nainawa Peduli adalah: 1. Peduli terhadap Keluarga/Kerabat; 2. Peduli terhadap Ahlul Bait; 3. Peduli terhadap Kemanusiaan; 4. Peduli terhadap Pendidikan; 5. Peduli terhadap Kesehatan; 6. Peduli terhadap Alam/Lingkungan, dan 7. Peduli terhadap Hewan/Satwa.

Senin, 23 September 2024

Kita Membutuhkan Persatuan Pengikut Ahlul Bait as Dalam Dukungan Kemanusiaan Untuk Gaza




Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as menyatakan: “Jika kita merenungkan ajaran agama, maka agama bukanlah sumber kebingungan tetapi penghilang kebingungan. Agama membuka simpul-simpul kehidupan manusia dan memberikan ketenangan jiwa manusia serta memberikan semacam rasa tanggung jawab dalam perkembangan komunikasi pada manusia.”

Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, Konferensi Kedua “Agama, Kesehatan dan Bantuan Kemanusiaan" oleh Yayasan Internasional Dokter Muslim Tanpa Batas bekerjasama dengan Lembaga Internasional Ahlul Bait as pada Senin malam (6/5) digelar di ruang Konferensi Universitas Ilmu Kedokteran Teheran, ibukota Republik Islam Iran.

Ayatullah Reza Ramezani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as dalam pidatonya pada konferensi kedua tentang agama, kesehatan dan bantuan kemanusiaan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas penyampaian laporan dari Dr. Nikunam Abraz terkait kegiatan yayasan yang semua terwujud melalui tindak lanjut kolektif.

Menyatakan bahwa interaksi terjadi setelah menyamakan persepsi dan pemahaman terkait visi dan misi, Ayatullah Ramezani menyatakan: “Pertama, pengakuan atas kapasitas harus dibangun, kemudian pemahaman bersama tentang perlunya bekerja. Pengenalan ini memberikan interaksi yang merupakan wadah sinergi dan diperlukan di dalam negeri.”

Di bagian lain penyampaiannya, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasioal Ahlul Bait as ini menunjukkan bahwa banyak orang di Timur dan Barat berusaha menghilangkan agama dari pikiran masyarakat, dan dalam menghadapi hal ini, mereka mencoba menghancurkan dan memusnahkan peran dan kehadiran agama dalam kehidupan masyarakat. “Dalam konfrontasi lain, ada yang mencoba membatasi agama di bidang sosial, budaya dan politik.” Tambahnya.

Ayatullah Ramezani mengatakan: “Bidang agama adalah bidang yang komprehensif dan kita tidak boleh berpandangan stereotip terhadap agama. Hal terpenting yang patut kita perhatikan dalam bidang agama adalah pandangan yang komprehensif, akurat dan mendalam. Agama bersifat multidimensi, memperhatikan lahir dan batin, serta menjadi penjaga dan kurator pendidikan jiwa dan raga sesuai himpunan bidang manusia. Sebagaimana tubuh fisik mempunyai peraturan dan ketentuan umum yang sangat efektif bagi kesehatan tubuh maka demikian juga dimensi lahiriah dalam diri manusia, butuh aturan-aturan dan ketentuan umum yang membawanya pada kebahagiaan rohani.”

Anggota Majelis Pakar Pimpinan Iran lebih lanjut menyatakan bahwa ada sebagian orang yang menyebut agama sebagai penyebab kebingunan yang menimbulkan tekanan batin dan emosi. Ia berkata: “Jika kita merenungkan ajaran agama, maka agama bukanlah penyebab kebingunan melainkan penghilang kebingunan. Agama membuka simpul-simpul kehidupan manusia dan memberikan ketenangan jiwa manusia serta memberikan semacam rasa tanggung jawab dalam perkembangan komunikasi pada manusia.”

“Pada suatu waktu, karena banyaknya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ada yang berpendapat bahwa kemajuan tersebut akan menyebabkan masyarakat kehilangan hubungan dengan agama dan ajaran agama. Bahkan ada kelompok di Barat yang menciptakan fenomena yang disebut kita bisa beragama tanpa Tuhan. Mereka adalah mereka yang tidak merenungkan ajaran agama dan mempunyai pandangan stereotip terhadap agama dan ajaran agama.” Lanjutnya.

Menyatakan bahwa perhatian terhadap spiritualitas meningkat dari hari ke hari, Ayatullah Ramezani berkata: "Di Barat, kita menghadapi spiritualitas yang imitasi dan palsu. Di Amerika dan Eropa, ada sekitar empat ribu spiritualitas palsu. Dimanapun ada pembicaraan tentang pemalsuan, yang jelas kita punya yang asli juga, dan selama itu asli, pemalsuan itu tidak akan dibicarakan.”

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as melanjutkan: “Agama memberi makna pada manusia. Pemberian makna pada kehidupan manusia harus dikaitkan dengan ajaran agama. Kami percaya bahwa kedamaian sejati dalam arti dapat membawa seseorang pada taraf damai dan spritual hanya dapat dicapai melalui agama.”

Ayatullah Ramezani berkata: “Spiritualitas ini tidak dipertimbangkan di Organisasi Kesehatan Dunia, namun saat ini, selain dimensi fisik, mereka mengangkat dimensi sosial, psikologis dan spiritual. Artinya, seiring dengan kemajuan kita, kebutuhan akan agama dan spiritualitas masyarakat dunia semakin meningkat.””

Ditambahkannya: “Kurangnya wawasan agama dan mungkin perbedaan yang ada di antara beberapa agama menyebabkan sebagian orang mengabaikan fenomena agama dan mengganti pembahasan etika dengan agama. Bidang ini kita tekuni agar jika kita memperhatikan agama secara tepat, mendalam dan menyeluruh maka bidang moral yang ada pada agama akan terwujud.”

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as menambahkan: “Akibat dari semantikisme ini bukanlah orang yang beragama adalah orang yang tertutup. Selain perdamaian yang diciptakannya dalam masyarakat manusia, pandangan alim dan beriman ini juga menaruh perhatian pada pengembangan hubungan antarmanusia. Spiritualitas yang lahir dari ajaran agama yang benar ini adalah spiritualitas yang bertanggung jawab, bukan spiritualitas anti tanggung jawab atau spiritualitas yang tidak bertanggung jawab.”

Ayatullah Ramezani dengan menyinggung pada era epidemi Corona di Iran menyatakan: “Pada saat itu, para dokter dan perawat, mahasiswa hauzah dan akademisi melakukan jihad dan menempatkan diri mereka di medan bahaya, yang menyebabkan banyak dari mereka yang mati syahid. Pemimpin revolusi mengatakan bahwa ia berharap mereka dapat menceritakan keindahan bantuan kemanusiaan ini dengan cara yang indah. Jika seseorang memiliki pandangan seperti Tuhan dan berpusat pada Tuhan, dia tidak akan pernah menghadapi jalan buntu.”

Di bagian akhir pidatonya, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as ini menaruh perhatian pada masalah Palestina dan mengatakan: “Saat ini, kita membutuhkan persatuan para pengikut Ahlulbait as dalam dukungan kemanusiaan untuk Gaza. Mereka yang menjadi pembela kemanusiaan harus memberikan perdamaian kepada anak-anak yatim piatu di Gaza dengan persatuan dan solidaritas. Saat ini, Gaza membutuhkan dukungan kemanusiaan yang berperspektif kemanusiaan.”

Sumber: id.abna24.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar