“Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan.” (Imam Ali bin Abi Thalib) # Dana Darurat adalah PINJAMAN TUNAI TANPA BUNGA dan BEBAS BIAYA ADMINISTRASI, diperuntukkan bagi IBU RUMAH TANGGA, syarat dan ketentuan berlaku # Program Sembako Non Tunai adalah pembelian paket sembako secara non tunai, diperuntukkan bagi IBU RUMAH TANGGA, syarat dan ketentuan berlaku # Program Modal Usaha bertujuan untuk menunjang bisnis Anda, syarat dan ketentuan berlaku # 7 bidang Kepedulian Yayasan Nainawa Peduli adalah: 1. Peduli terhadap Keluarga/Kerabat; 2. Peduli terhadap Ahlul Bait; 3. Peduli terhadap Kemanusiaan; 4. Peduli terhadap Pendidikan; 5. Peduli terhadap Kesehatan; 6. Peduli terhadap Alam/Lingkungan, dan 7. Peduli terhadap Hewan/Satwa.

Minggu, 29 September 2024

Wapres Dorong Zakat sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan


Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat, di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (16/07/2024). (Foto: BPMI Setwapres)

Pemerintah dengan dukungan dari segenap elemen bangsa terus berupaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yaitu negara yang maju, makmur, dan berkelanjutan. Menuju keberhasilan cita-cita ini, zakat dipercaya dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tanah air.

“Saya meyakini dengan adanya gerakan zakat yang masif, niscaya akan menghasilkan daya yang kuat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat, di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (16/07/2024).

“Potensi zakat yang dapat mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan agar menjadi instrumen penting dalam pembangunan demi mewujudkan keadilan sosial di masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, Wapres menguraikan, potensi tersebut setara dengan 76 persen anggaran perlindungan sosial pada APBN 2022. Untuk itu, langkah-langkah strategis dalam penguatan tata kelola zakat penting untuk terus didorong, mulai dari penguatan regulasi untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat hingga penyusunan peta jalan sebagai acuan dan arah kebijakan strategis pengelolaan zakat menuju Indonesia Emas 2045.

“Berbagai upaya ini juga krusial untuk membangun ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel sehingga kontribusi zakat semakin berdampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan,” ungkap Wapres.

Senada dengan Wapres, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengungkapkan optimismenya bahwa di tengah berbagai tantangan yang ada, filantropi Islam ini akan tetap bisa memainkan peran strategisnya dalam pembangunan yang adil dan merata serta dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.

“Kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung program-program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai informasi, Munas ke-10 Forum Zakat merupakan agenda rutin setiap tiga tahun untuk pemilihan ketua umum periode baru. Forum Zakat, sebagai asosiasi lembaga pengelola zakat, mengumpulkan Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari seluruh Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, Munas ke-10 Forum Zakat diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi zakat sebagai sumber kekuatan ekonomi inklusif bagi bangsa Indonesia.

Hadir dalam acara ini, Plt. Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Titi Eko Rahayu, Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Mokhamad Mahdum, Deputi Direktur Dana Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Urip Budiarto, jajaran pengurus Forum Zakat, para pimpinan lembaga zakat, dan segenap pemangku kepentingan di bidang dana sosial syariah. (BPMI Setwapres/ DNS)

Sumber: https://setkab.go.id/

Senin, 23 September 2024

5 Contoh Kesetiakawanan di Lingkungan Keluarga



“Rasa setia kawan menjadi perasaan yang cukup penting dalam keluarga. Membantu keluarga yang sulit dan menyelesaikan masalah bersama-sama menjadi contoh kesetiakawanan dalam lingkungan keluarga.”

Halodoc, Jakarta – Salah satu sikap yang bisa membuat keluarga semakin harmonis dadalaj menjadi setia kawan. Tidak hanya dalam lingkungan pertemanan, nyatanya setia kawan juga dibutuhkan dalam lingkungan keluarga.

Selain membuat hubungan keluarga semakin berkualitas, memiliki rasa kesetiakawanan dalam lingkungan keluarga bisa menjadi pembelajaran untuk saling menghargai. Yuk, simak berbagai contoh kesetiakawanan yang bisa kamu lakukan dalam lingkungan keluarga berikut ini!

Contoh Kesetiakawanan Dalam Keluarga

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat hubungan keluarga semakin terjalin dengan baik. Mulai dari saling menghargai hingga melakukan berbagai tindakan setia kawan dalam keluarga.

Setia kawan menjadi salah satu jenis sikap yang perlu kamu lakukan di dalam berbagai jenis hubungan. Bukan hanya hubungan pertemanan, sikap ini juga perlu kamu tanamkan dalam keluarga.

Memiliki rasa setia kawan dalam keluarga membuat kamu lebih menghargai, jujur, hingga memiliki tanggung jawab terhadap anggota keluarga lainnya. Tentunya rasa setia kawan ini juga perlu bertumbuh di dalam diri masing-masing anggota keluarga secara konsisten. Dengan begitu, kamu bisa memperlakukan orang lain dengan kebaikan.

Lalu, apa saja contoh kesetiakawanan dalam keluarga? Ada berbagai contoh yang bisa kamu coba lakukan di rumah agar rasa setia kawan antar keluarga semakin erat, seperti:

1. Membantu Keluarga yang Kesulitan

Saling membantu menjadi contoh kesetiakawanan yang bisa terjadi di dalam keluarga. Saat ada keluarga yang berada dalam kesulitan, tidak ada salahnya untuk memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan kamu. Kamu juga bisa bertanya pada keluarga bantuan apa yang perlu diberikan.

2. Menghargai Persepsi atau Perbedaan Pandangan

Menerima setiap perbedaan persepsi atau pandangan dalam keluarga menjadi salah satu contoh setia kawan dalam keluarga.

3. Menyelesaikan Masalah Keluarga Bersama

Permasalahan dalam keluarga tentunya menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindari. Sebaiknya carilah penyelesaian untuk mengatasi masalah yang ada dalam keluarga bersama-sama.

Dengan begitu, masalah yang kamu lewati akan terasa lebih ringan. Kamu juga bisa berbagai perasaan dan emosi saat masalah tersebut melanda keluarga.

Dengan mengabaikan atau tidak acuh terhadap permasalahan keluarga, menyebabkan penurunan kualitas hubungan dengan keluarga.

4. Terbuka Terhadap Keluarga

Terbuka dan jujur menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk memiliki rasa setia kawan dalam keluarga. Hindari berbohong pada keluarga karena selain merusak kepercayaan, hal ini juga bisa membuat kamu tidak memiliki rasa setia kawan.

5. Jangan Memikirkan Diri Sendiri

Terlalu memikirkan diri sendiri membuat kamu tidak peduli dengan apapun yang terjadi dalam keluarga. Kondisi ini membuat kamu tidak memiliki rasa setia kawan dalam keluarga.

Menumbuhkan Rasa Setia Kawan Dalam Keluarga

Tentunya rasa setia kawan tidak dapat tumbuh dengan sendirinya. Orang tua memiliki peran penting untuk menumbuhkan perasaan ini dalam diri anak.

Agar perasaan ini dapat tumbuh dengan baik, orang tua perlu memberikan contoh melakukan tindakan setia kawan. Tidak hanya dalam keluarga, ibu juga bisa melakukan tindakan ini dalam hubungan pertemanan hingga lingkungan sekitar.

Rasa setia kawan dalam keluarga juga bisa ibu contohkan pada anak dengan memprioritaskan keluarga. Hal ini membuat anak belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri dan saling menghargai satu sama lain.

Selain itu, ajarkan anak untuk saling membantu satu sama lain. Seperti misalnya, saat adik kesulitan menggunakan sepatu, ibu bisa mengajarkan kakak untuk membantu adik agar bisa bermain bersama-sama.

Sikap ini tidak akan tumbuh dengan cepat. Namun, mengajarkan anak secara konsisten membuat rasa setia kawan dalam keluarga semakin bertumbuh.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan keluarga. Jika salah satu anggota keluarga mengalami gangguan kesehatan, segera tanyakan langsung pada dokter melalui Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2022. Blind Family Loyalties: 7 Types.
iMOM. Diakses pada 2022. 5 Ways to Improve Your Family Loyalty.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. What is Loyalty.


Sumber: halodoc.com

Kita Membutuhkan Persatuan Pengikut Ahlul Bait as Dalam Dukungan Kemanusiaan Untuk Gaza




Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as menyatakan: “Jika kita merenungkan ajaran agama, maka agama bukanlah sumber kebingungan tetapi penghilang kebingungan. Agama membuka simpul-simpul kehidupan manusia dan memberikan ketenangan jiwa manusia serta memberikan semacam rasa tanggung jawab dalam perkembangan komunikasi pada manusia.”

Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, Konferensi Kedua “Agama, Kesehatan dan Bantuan Kemanusiaan" oleh Yayasan Internasional Dokter Muslim Tanpa Batas bekerjasama dengan Lembaga Internasional Ahlul Bait as pada Senin malam (6/5) digelar di ruang Konferensi Universitas Ilmu Kedokteran Teheran, ibukota Republik Islam Iran.

Ayatullah Reza Ramezani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as dalam pidatonya pada konferensi kedua tentang agama, kesehatan dan bantuan kemanusiaan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas penyampaian laporan dari Dr. Nikunam Abraz terkait kegiatan yayasan yang semua terwujud melalui tindak lanjut kolektif.

Menyatakan bahwa interaksi terjadi setelah menyamakan persepsi dan pemahaman terkait visi dan misi, Ayatullah Ramezani menyatakan: “Pertama, pengakuan atas kapasitas harus dibangun, kemudian pemahaman bersama tentang perlunya bekerja. Pengenalan ini memberikan interaksi yang merupakan wadah sinergi dan diperlukan di dalam negeri.”

Di bagian lain penyampaiannya, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasioal Ahlul Bait as ini menunjukkan bahwa banyak orang di Timur dan Barat berusaha menghilangkan agama dari pikiran masyarakat, dan dalam menghadapi hal ini, mereka mencoba menghancurkan dan memusnahkan peran dan kehadiran agama dalam kehidupan masyarakat. “Dalam konfrontasi lain, ada yang mencoba membatasi agama di bidang sosial, budaya dan politik.” Tambahnya.

Ayatullah Ramezani mengatakan: “Bidang agama adalah bidang yang komprehensif dan kita tidak boleh berpandangan stereotip terhadap agama. Hal terpenting yang patut kita perhatikan dalam bidang agama adalah pandangan yang komprehensif, akurat dan mendalam. Agama bersifat multidimensi, memperhatikan lahir dan batin, serta menjadi penjaga dan kurator pendidikan jiwa dan raga sesuai himpunan bidang manusia. Sebagaimana tubuh fisik mempunyai peraturan dan ketentuan umum yang sangat efektif bagi kesehatan tubuh maka demikian juga dimensi lahiriah dalam diri manusia, butuh aturan-aturan dan ketentuan umum yang membawanya pada kebahagiaan rohani.”

Anggota Majelis Pakar Pimpinan Iran lebih lanjut menyatakan bahwa ada sebagian orang yang menyebut agama sebagai penyebab kebingunan yang menimbulkan tekanan batin dan emosi. Ia berkata: “Jika kita merenungkan ajaran agama, maka agama bukanlah penyebab kebingunan melainkan penghilang kebingunan. Agama membuka simpul-simpul kehidupan manusia dan memberikan ketenangan jiwa manusia serta memberikan semacam rasa tanggung jawab dalam perkembangan komunikasi pada manusia.”

“Pada suatu waktu, karena banyaknya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ada yang berpendapat bahwa kemajuan tersebut akan menyebabkan masyarakat kehilangan hubungan dengan agama dan ajaran agama. Bahkan ada kelompok di Barat yang menciptakan fenomena yang disebut kita bisa beragama tanpa Tuhan. Mereka adalah mereka yang tidak merenungkan ajaran agama dan mempunyai pandangan stereotip terhadap agama dan ajaran agama.” Lanjutnya.

Menyatakan bahwa perhatian terhadap spiritualitas meningkat dari hari ke hari, Ayatullah Ramezani berkata: "Di Barat, kita menghadapi spiritualitas yang imitasi dan palsu. Di Amerika dan Eropa, ada sekitar empat ribu spiritualitas palsu. Dimanapun ada pembicaraan tentang pemalsuan, yang jelas kita punya yang asli juga, dan selama itu asli, pemalsuan itu tidak akan dibicarakan.”

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as melanjutkan: “Agama memberi makna pada manusia. Pemberian makna pada kehidupan manusia harus dikaitkan dengan ajaran agama. Kami percaya bahwa kedamaian sejati dalam arti dapat membawa seseorang pada taraf damai dan spritual hanya dapat dicapai melalui agama.”

Ayatullah Ramezani berkata: “Spiritualitas ini tidak dipertimbangkan di Organisasi Kesehatan Dunia, namun saat ini, selain dimensi fisik, mereka mengangkat dimensi sosial, psikologis dan spiritual. Artinya, seiring dengan kemajuan kita, kebutuhan akan agama dan spiritualitas masyarakat dunia semakin meningkat.””

Ditambahkannya: “Kurangnya wawasan agama dan mungkin perbedaan yang ada di antara beberapa agama menyebabkan sebagian orang mengabaikan fenomena agama dan mengganti pembahasan etika dengan agama. Bidang ini kita tekuni agar jika kita memperhatikan agama secara tepat, mendalam dan menyeluruh maka bidang moral yang ada pada agama akan terwujud.”

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as menambahkan: “Akibat dari semantikisme ini bukanlah orang yang beragama adalah orang yang tertutup. Selain perdamaian yang diciptakannya dalam masyarakat manusia, pandangan alim dan beriman ini juga menaruh perhatian pada pengembangan hubungan antarmanusia. Spiritualitas yang lahir dari ajaran agama yang benar ini adalah spiritualitas yang bertanggung jawab, bukan spiritualitas anti tanggung jawab atau spiritualitas yang tidak bertanggung jawab.”

Ayatullah Ramezani dengan menyinggung pada era epidemi Corona di Iran menyatakan: “Pada saat itu, para dokter dan perawat, mahasiswa hauzah dan akademisi melakukan jihad dan menempatkan diri mereka di medan bahaya, yang menyebabkan banyak dari mereka yang mati syahid. Pemimpin revolusi mengatakan bahwa ia berharap mereka dapat menceritakan keindahan bantuan kemanusiaan ini dengan cara yang indah. Jika seseorang memiliki pandangan seperti Tuhan dan berpusat pada Tuhan, dia tidak akan pernah menghadapi jalan buntu.”

Di bagian akhir pidatonya, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlul Bait as ini menaruh perhatian pada masalah Palestina dan mengatakan: “Saat ini, kita membutuhkan persatuan para pengikut Ahlulbait as dalam dukungan kemanusiaan untuk Gaza. Mereka yang menjadi pembela kemanusiaan harus memberikan perdamaian kepada anak-anak yatim piatu di Gaza dengan persatuan dan solidaritas. Saat ini, Gaza membutuhkan dukungan kemanusiaan yang berperspektif kemanusiaan.”

Sumber: id.abna24.com

3 Siswi Ini Dapat Beasiswa Kuliah Sampai 100% Karena Pintar di Kelasnya



BSINews, Bekasi – Baru-baru ini mencuat banyak kabar yang menyebutkan bahwa penerimaan beasiswa KIP-Kuliah (Kartu Indonesia Pintar) dari pemerintah tidak tepat sasaran. Banyak yang mengungkapkan hal tersebut di media sosial.

Beasiswa KIP-Kuliah sendiri merupakan program beasiswa dari pemerintah bagi mereka yang kurang mampu secara finansial, tapi ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Meski telah banyak membantu generasi muda untuk berkuliah, namun adanya kabar tak sedap ini, membuat beasiswa KIP-Kuliah dianggap masih jauh dari harapan.

Akan tetapi berbeda dari 3 siswi dari SMAN 1 Banyusari, yang berhasil mendapatkan beasiswa jalur undangan dari Universitas BSI kampus Cikarang. Mereka meraih beasiswa ini atas dedikasi dan prestasinya dalam ranah akademis selama berseragam putih abu-abu.

Nurul Ichsan, selaku Kepala Kampus Universitas BSI kampus Cikarang mengatakan, pemberian beasiswa sebagai bentuk apresiasi kepada siswa/i yang pintar di kelasnya. Menurutnya, Universitas BSI sebagai Kampus Digital Kreatif dari dulu selalu memberikan apresiasi bagi siswa berprestasi. Kali ini terhadap ketiga siswi dari SMAN 1 Banyusari dengan memberikan beasiswa.

“Beasiswa ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda. Semoga para siswi yang mendapat beasiswa, mampu meraih prestasi gemilang dan menjadi inspirasi bagi banyak generasi lainnya,” kata Ichsan, dalam keterangan tertulis, pada Kamis (3/5).

Ia melanjutkan, ketiga siswi tersebut yakni Anisa Pratiwi mendapatkan beasiswa 100%. Lalu Rose Diana mendapatkan beasiswa 75%, dan yang terakhir Dalpa Siti Holisoh mendapatkan beasiswa 50% di Prodi S1 Manajemen Universitas BSI kampus Cikarang.

“Mereka semua mendapat beasiswa kuliah sampai lulus nanti. Semoga beasiswa ini dapat menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan menggapai impian mereka di dunia pendidikan dan masa depan yang gemilang,” jelas Ichsan.

Sumber: news.bsi.ac.id

Tolong! Lansia Penderita Tumor Ganas di Polman Butuh Bantuan Berobat


Foto: Sitti Nur (64) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar mengidap tumor ganas dan butuh bantuan. (Abdy Febriady/detikcom)

Polewali Mandar - Perempuan lanjut usia (lansia) bernama Sitti Nur (64) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat menderita tumor sebesar bola kaki di sekitar wajahnya. Keluarga pasrah dan tidak membawa Sitti Nur ke rumah sakit karena keterbatasan biaya.

"Terkendala ekonomi jadi tidak bisa dibawa ke rumah sakit," kata salah satu anak Sitti Nur, Nuraeni kepada wartawan, Sabtu (4/5/2024).

Sitti Nur merupakan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo. Sehari-hari dia tinggal bersama dua anak dan tiga cucunya.

Nuraeni menuturkan jika awalnya ibunya menderita tumor pada tahun 2022 lalu. Setelah mendapat bantuan biaya yang dikumpulkan sejumlah relawan, Sitti Nur sempat menjalani operasi pada tahun 2023.

"Awalnya bagus setelah dioperasi, mama sempat beraktivitas normal, hingga berjualan," ungkapnya.

Namun kondisi korban kembali memburuk sejak tujuh bulan terakhir. Awalnya dia menduga jika ibunya hanya mengalami sariawan karena gusinya mengalami pembengkakan.

"Awalnya gusi ada pembengkakan usai cabut gigi, awalnya disangka sariawan, tapi kenapa semakin membesar. Akhirnya dokter menyarankan agar dirujuk ke RSUD, namun terkendala biaya, hingga akhirnya pembengkakannya terus membesar seperti sekarang ini," terang Nuraeni.

Nuraeni menyebut jika sebenarnya ibunya terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan dari BPJS. Hanya saja fasilitas jaminan sosial tersebut tidak dapat difungsikan karena pihak keluarga sudah beberapa bulan tidak sanggup membayar iuran.

"Tidak dibawa ke rumah sakit karena terkendala perekonomian, BPJS nya juga begitu, tertunda, menunggak," jelasnya.

Nuraeni mengatakan berbagai upaya pernah dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ibunya. Kini Sitti Nur kini mulai kesulitan beraktivitas tanpa bantuan orang lain meski sekadar makan maupun minum.

"Sudah susah bergerak kalau tidak dibantu. Makan dan minum juga sudah susah," sambung Nuraeni.

Nuraeni pun mengakui jika dirinya tidak dapat berbuat banyak untuk membantu pengobatan sang ibu. Sebab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya dapat mengandalkan penghasilan sang adik yang berprofesi sebagai penarik becak motor (bentor).

"Penghasilannya juga tidak seberapa, kadang tidak cukup untuk makan sehari-hari, apalagi bentor nya juga bukan milik sendiri tetapi punya orang lain yang disewa," ucapnya.

Nuraeni menambahkan jika kondisi yang dialami Sitti Nur pernah dilaporkan kepada pemerintah desa termasuk Dinas Sosial (Dinsos) setempat dengan harapan mendapat bantuan.

Sementara Kepala Dinsos Polman H Azwar Jasin mengatakan jika pihaknya telah pernah menawarkan agar Sitti Nur dirujuk ke rumah sakit di Makassar untuk mendapat perawatan yang lebih layak. Namun tawaran tersebut ditolak.

"Saya mau bawa ke Makassar waktu Ramadan kemarin. Tapi menolak (Sitti Nur). Keluarganya juga tidak mau kalau dibawa (ke Makassar)," ungkap Azwar melalui pesan singkat.

Azwar mengatakan jika Sitti Nur dan keluarganya tetap menolak, meski pihaknya telah menyampaikan akan menanggung seluruh biaya selama perawatan di rumah sakit.

"Saya sampaikan kalau semua dibiayai di Makassar, penunggunya saya mau inapkan di Balai Kemensos, tapi tidak mau juga. Dari Dinsos juga ada bantuan permakanan yang sudah kita berikan," pungkasnya.

(ata/hmw)

Sumber: detik.com

TASPEN Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Alam di 3 Provinsi



Jakarta, 22 Mei 2024 – PT TASPEN (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan andal, tidak hanya untuk para ASN aktif dan pensiunan, tapi juga memberikan kontribusi untuk masyarakat luas. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), TASPEN menyalurkan bantuan berupa makanan pokok, peralatan mandi, dan obat-obatan kepada korban banjir bandang dan longsor di 3 (tiga) provinsi, antara lain di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatera Selatan dengan total bantuan senilai 130 juta rupiah. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud aktif Program TJSL TASPEN yang diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya mempercepat pemulihan kondisi korban bencana.

Corporate Secretary TASPEN, Yoka Krisma Wijaya mengatakan, “TASPEN menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Sebagai perusahaan jaminan sosial, TASPEN memahami pentingnya kondisi hidup yang layak untuk kesejahteraan masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kondisi psikis dan fisik para korban di ketiga provinsi tersebut. TASPEN akan berupaya untuk terus hadir memahami kondisi sosial yang terjadi dan berkomitmen untuk meningkatkan kepeduliannya dalam membantu masyarakat.”

Kepada korban bencana alam banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, TASPEN menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar, antara lain 100 paket sembako yang berisi peralatan mandi hingga makanan untuk bayi. Penyerahan dilakukan oleh Branch Manager TASPEN KC Padang, Ita Wiana Astuti kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (17/05).

Sementara itu, TASPEN menyalurkan sebanyak 250 paket sembako dan 100 paket mie instan untuk para korban terdampak bencana banjir di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Branch Manager TASPEN KC Palembang, Titik Maryuni kepada Pj. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten OKU, Marjito Bachri di rumah dinas bupati, Senin (20/05).

Selain itu, TASPEN menyerahkan paket kebutuhan pokok sehari-hari kepada korban banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan berupa makanan pokok, 500 kg beras per paket bantuan, 400 kaleng susu, 3.000 butir telur, dan 100 strip obat-obatan. Bantuan diserahkan oleh Branch Manager TASPEN Palopo, Indra Kusuma Wardhana kepada Kepala BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana (16/05).

“TASPEN berupaya untuk terus hadir dan berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir yang mengimbau agar BUMN dapat berkontribusi kepada masyarakat, terutama memberi bantuan pascabencana alam,” kata Yoka.

Sumber: taspen.co.id

5 Tempat Penampungan Kucing di Jabodebek Bagi Anabul yang Terlantar



Ilustrasi penampungan kucing. Foto: Jihed Abidellaoui/REUTERS


Tempat penampungan kucing atau shelter menjadi solusi bagi Anda yang ingin menolong kucing terlantar tapi tidak bisa merawatnya sendiri. Sering kali pihak shelter juga melakukan rescue kepada kucing liar yang memiliki kondisi khusus, misalnya sakit atau cacat.

Di tempat penampungan, kucing akan diberi perawatan dasar seperti makanan, kebersihan, dan vitamin atau vaksin. Setelah kucing kembali bersih dan sehat, tempat penampungan biasanya akan membuka adopsi bagi pecinta hewan yang ingin memelihara mereka.

Nah, bagi yang ingin menyelamatkan anabul menggemaskan tersebut, berikut 7 tempat penampungan kucing di wilayah Jabodebek yang bisa menjadi pilihan Anda.

Rekomendasi Tempat Penampungan Kucing


Seorang ibu dengan putrinya memantau kucing-kucing liar saat mereka masuk ke tempat penampungan bergerak yang terbuat dari ban bekas di Kairo, Mesir. Foto: Amr Abdallah Dalsh/REUTERS

1. Pondok Pengayom Satwa

Pondok Pengayom Satwa merupakan pondok penampungan bagi hewan-hewan tak bertuan. Tempat ini menampung hewan-hewan yang tidak dirawat lagi oleh pemiliknya, baik karena si pemilik sudah tidak mau merawatnya maupun pindah rumah.

Tempat penampungan yang berlokasi di kawasan Pasar Minggu ini juga membuka jasa penitipan bagi pecinta hewan yang ingin menginapkan peliharaan mereka dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanya untuk kucing, Pondok Pengayom Satwa juga terbuka bagi anjing.

Mengutip kumparanNEWS, Pondok Pengayom Satwa menampung puluhan kucing dan anjing. Sebagian dibiarkan berkeliaran bebas di area pondok, sebagian lagi dipelihara di dalam kandang permanen dengan mempertimbangkan agresivitas masing-masing hewan.

Bagi yang ingin bertanya lebih lanjut, Pondok Pengayom Satwa beroperasi pada Senin-Jumat pukul 10.00-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 10.00-15.00 WIB.

Alamat: Jl. Harsono RM No.10, RT.9/RW.4, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

Instagram: @ppsadoptablepets

2. Rumah Kucing Parung

Bagi yang mencari penampungan kucing di daerah Bogor, Rumah Kucing Parung bisa menjadi pilihan. Sejak tahun 2014, penampungan yang dikelola oleh Dita Agusta ini menjadi rumah bagi kucing-kucing terlantar yang jenisnya beragam, mulai dari kucing domestik sampai ras tertentu.

Melalui akun Instagram-nya, Rumah Kucing Parung rutin memberikan update kondisi kucing-kucing yang ditampungnya. Penampungan kucing ini tidak mematok tarif bagi yang ingin mengadopsi. Meski begitu, cat lovers dapat memberikan donasi untuk membantu biaya operasional Rumah Kucing Parung.

Alamat: Jalan Pasir Naga,Rt.01 Rw.07, Kel.Pabuaran Kec.Kemang, Pabuaran, Kec. Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16310

Instagram: @rumahkucingparung

3. Pejaten Shelter

Anjing-anjing mengelilingi petugas Pejaten Shelter Foto: Anggi Dwiky/kumparan

Pejaten Shelter menampung anjing dan kucing yang terlantar di jalanan, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tidak hanya makanan, kucing dan hewan lainnya yang dirawat oleh penampungan ini turut mendapatkan vaksin berkala serta pengobatan khusus bagi yang sedang sakit.

Hewan-hewan yang ditampung di shelter dapat diadopsi oleh masyarakat umum yang ingin memelihara. Pengadopsian tersebut tidak memungut biaya sepeser pun.

Alamat: Jl. Pejaten Barat Raya No.45w, RT.1/RW.10, Pejaten Barat., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540

Instagram: @pejatenshelter

4. Rumah Blendy

Rumah Blendy merupakan bangunan megah di kawasan Depok yang disulap menjadi tempat penampungan kucing disabilitas. Ada yang punya keterbatasan tidak bisa melihat, memiliki kelainan saraf, berkaki tiga, sampai lumpuh.

Jika ingin mengadopsi atau memberikan donasi, informasinya bisa Anda dapatkan melalui akun Instagram Rumah Blendy atau datang langsung ke lokasi penampungannya.

Alamat: Perumahan Telaga Golf Sawangan, Depok, Jawa Barat

Instagram: @rumahblendy

5. Rumah Kucing Abah Juna

Berlokasi di daerah Bekasi, Rumah Kucing Abah Juna menampung puluhan hingga ratusan kucing liar yang membutuhkan perhatian dan perawatan lebih. Perawatan tersebut meliputi pemberian makan, kebersihan, serta pengobatan bagi kucing yang sakit.

Rumah Kucing Abah Juna membuka donasi bagi masyarakat umum yang ingin membantu lewat rekening BCA dan dompet digital seperti GoPay, DANA, dan OVO. Informasi selengkapnya bisa dilihat di Instagram Rumah Kucing Abah Juna.

Alamat: Jl. Swadaya XIV No.Blok 60, RW.012, Kota Baru, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat 17133

Instagram: @rumah_kucing_abah_juna

(ADS)

Sumber: Kumparan.com